Karena Cinta

Rabu, 03 Maret 2010

kebahagiaan Orang Tua

Semalam aku makan Steak dengan kakakku di daerah Jakarta Barat, tepatnya di Jl. Peta Selatan. Steak dengan harga terjangkau.
Yang menjual steak seorang ibu berusia kurang lebih 50 tahunan, dengan seorang tukang masak laki-laki. Tenda yang dipasang 2 tenda bewarna kuning. Tenda besi tersebut setiap hari harus dibongkar pasang. Si ibu memakai 2 orang tenaga untuk memasang tenda setiap harinya. Setelah tenda selesai dipasang barulah ia datang kesana untuk merapihkan dagangannya.

Kakakku memesan Chicken Steak dan aku memesan Bistik Udang. Seperti biasa, aku selalu mengajak ngobrol si penjual karena aku ingin mengetahui sedikit banyak mengenai keluarganya.
Si ibu bercerita bahwa ia berdagang di Jl Peta tersebut baru 1 bulan, sebelumnya ia berdagang di sekolah Trisakti, tidak bertahan lama. Ia kemudian mulai berdagang ditempat ini dan hasilnya lumayan. Apalagi kalau malam minggu dan hari minggu, banyak anak-anak muda yang datang ketempatnya. Kalau tanggal 1 sampai tgl 20 an masih ramai, tapi diatas tgl 20 an tidak begitu ramai. Aku menimpali "mungkin sudah pada seret karena tanggal tua, ya bu" Si ibu tersenyum.

Si ibu mondar-mandir menghidangkan makanan dan minuman yang kami pesan. Ada beberapa orang datang dan makan di tempat itu kemudian beli lagi bungkus untuk dibawa pulang.

Selesai makan, aku bertanya " ibu tinggal di mana?" "Di Bulak Teko, dekat dengan Citra I" aku tanyakan lagi, "Ibu mempunyai anak berapa?" "dua, keduanya perempuan. Yang paling kecil kuliah pariwisata di Bandung, ikut saudara. Anak perempuan saya yang kecil itu, manjanya minta ampun. Kadang-kadang ia masih suka minta disuapi makan, padahal saya repot sekali karena waktu itu saya buka warteg di rumah. Tetap saja anak saya tidak mau makan kalau tidak disuapi.Masih suka ngikut-ngikut saya sambil pegangan di pinggang saya, rasanya ia masih kecil. Tapi ia harus meninggalkan rumah saat diterima kuliah Pariwisata di Bandung. Saya tidak bisa mengantarnya, ia pergi dengan bibinya. Saya kasihan sekali sama anak saya waktu itu. Tapi belum lama ini dia di wisuda. Saya tersedak saat mendengar nama anak saya dipanggil dengan nilai terbaik. Saya menanggis dan bertanya pada anak saya kenapa ia tidak memberitahu saya lebih dulu mengenai hal itu. Anak saya katakan, iapun tidak tahu mengenai nilai terbaik yang jatuh padanya. "

Kulihat kebanggaan terpancar dari wajah si ibu, kenapa? kurasa hal itu wajar-wajar saja. Semua orang tua pasti akan senang bila mempunyai anak yang sukses dlm pelajarannya. Apalagi anak itu jauh dari orang tuanya.
Aku sebagai pendengar saja salut sama anak tersebut. karena bagiku, jarang sekali anak mengerti akan tanggung jawabnya sebagai anak. Dapat memberikan yang terbaik kepada orang tuanya yang sudah bersusah payah mencukupi segala kebutuhan sekolah dan hidupnya selama di Bandung.
Anaknya kini ingin meneruskan ke S2 untuk mengambil pelajaran bahasa Jepang. Siibu dan suaminya setuju saja, Karena apa yang diinginkan anaknya itu adalah hal yang terbaik untuk masa depannya.

Sebelum pulang aku memesan lagi 2 bungkus Chicken steak. Yang satu untuk suamiku dan yang satunya lagi untuk keponakanku.
Kami hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 55.000,- untuk makan 4 orang. Harga yang sangat murah.

Kami pamit, setelah sepasang anak muda masuk ketempat itu untuk makan. Kakaku berjanji untuk mengajak anak dan suaminya datang lagi ke tempat itu dan akupun akan datang lagi mengajak suamiku. ;)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar